Tuntaskan Pembajakan Film Indonesia, Aprofi Undang Pakar dari Luar Negeri

Maraknya situs pembajakan di Indonesia membuat industri film melemas. Aprofi pun langsung menggelar diskusi dengan pakar dari Amerika Serikat dan Asia untuk mengatasi pembajakan.

Melihat kondisi perfilman Indonesia sekarang ini bisa dibilang tengah menggeliat bangun. Untuk membuatnya benar-benar bangkit, perlunya kondisi yang mendukung di Indonesia. Meskipun aturan dan undang-undang perfilman telah dibuat, namun tetap saja ada celah untuk melanggarnya.

Beberapa pekan lalu, Asosiasi Produser Film Indonesia(Aprofi) menemukan sedikitnya 20 situs melakukan pembajakan terhadap film-film lokal maupun internasional. Pembajakan ini jelas merugikan industri film, khususnya para pembuat film.

Efek pembajakan film ini akan berdampak pada penurunan jumlah penonton ke bioskop. Selain itu, penjualan DVD Home Video yang jadi garansi pengembalian modal pembuatan modal pembuatan film pun ikut turun dratis.

Masalah pembajakan ini bakal dibahas lebih serius sebuah diskusi bertajuk “How to Protect & Monetize IP Rights in the Film Industry” yang diselenggarakan oleh Aprofi. Acara ini dihelat pada hari Rabu, 06 Mei 2015 di Hotel JS Luwansa.

Aprofi mengundang pembicara terdiri dari para ahli HAKI, pemangku pemerintah, dan para pelaku industri perfilman. Para pembicara yang akan hadir Bapak Rudiantara (Menteri Komunikasi & Informatika), Bapak Triawan Munaf (Ketua Badan Ekonomi Kreatif), Prof. Dr. Ahmad Ramli (Dirjen Hak Kekayaan Intelektual), Mr. Neil Gane (Executive Director, Motion Picture Association), Mira Lesmana (Produser), Salman Aristo (Penulis), etc. Termasuk juga pakar dari industri film Asia yang berkecimpung mengatasi masalah pembajakan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *